LDII Kediri, (28/9). Sekitar 900 peserta menghadiri pengajian rutin Wanita LDII Kabupaten Kediri di Aula Baitul A’la, Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan, Minggu (27/9). Kegiatan bulanan ini mengupas strategi membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan barokah, sekaligus memberikan edukasi pengelolaan keuangan keluarga di era digital.
Membangun Komitmen dan Fondasi Keluarga Sakinah
Dalam pemaparannya, Luluk Istikhana selaku pemateri menjelaskan hakikat keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, dan barokah. Menurut Luluk, sakinah menggambarkan ketenangan dan ketenteraman, mawaddah merupakan rasa cinta antarpasangan, sedangkan rahmah adalah kasih sayang yang tumbuh di antara seluruh anggota keluarga.
“Adapun barokah berkaitan dengan kebaikan dan kebermanfaatan yang diperoleh dari kehidupan rumah tangga. Pernikahan bukan sekadar menjalani kehidupan bersama untuk sementara, melainkan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan komitmen dan tanggung jawab bersama,” ujar Luluk.
Ia menegaskan, pemahaman ini penting agar setiap pasangan tidak hanya membangun rumah tangga secara formal, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ketenangan, kasih sayang, dan manfaat nyata.
“Karena itu, suami dan istri perlu saling memahami, menjaga komunikasi, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing,” tambahnya.
Edukasi Kerukunan dan Bahaya Pinjaman Online (Pinjol)
Pada sesi berikutnya, Hj. Rizqi Masiani mengajak peserta untuk terus menjaga kerukunan antarsesama. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan komunikasi yang intensif agar perbedaan di lingkungan sosial tidak berkembang menjadi konflik.
Selain kerukunan warga, Hj. Rizqi juga menyoroti maraknya fenomena pinjaman online (pinjol) yang semakin mudah diakses masyarakat melalui platform digital maupun marketplace.
“Kemudahan akses pinjaman modal atau dana cepat saat ini perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Jangan sampai tergiur kepraktisan pinjol yang justru berpotensi menimbulkan persoalan finansial di dalam keluarga,” tegas Hj. Rizqi.
Agenda Rutin Penguatan Kapasitas Perempuan
Sementara itu, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kediri, KH Sunarto, menyatakan bahwa pengajian ini merupakan agenda rutin bulanan yang dirancang khusus untuk meningkatkan wawasan para ibu.
“Pengajian ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman, khususnya bagi ibu-ibu, sehingga materi yang disampaikan—baik secara spiritual maupun praktis—dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata KH Sunarto.
Melalui kegiatan ini, Wanita LDII Kabupaten Kediri diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran efektif bagi para peserta untuk memperkuat ketahanan keluarga, mempererat kerukunan, serta lebih bijak dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi masyarakat modern.



