LDII KEDIRI, (30/10). UPTD Puskesmas Sumberjo menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan massal selama dua hari berturut-turut pada Kamis dan Jumat, (29–30/10). Program Cek Kesehatan Santri Blawe ini secara khusus menyasar seluruh santri di Pondok Pesantren Blawe, Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Guna memastikan seluruh santri terlayani secara optimal, pelaksanaan skrining dibagi menjadi dua sesi terpisah antara santri laki-laki dan perempuan. Skema ini diterapkan agar seluruh tahapan pemeriksaan dapat berjalan tertib, nyaman, dan inklusif.
Wujud Pelaksanaan Program Prioritas Nasional
Kepala UPTD Puskesmas Sumberjo, drg. Petrip Budi Sulistyaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional di bidang kesehatan.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/84/2036 tentang Petunjuk Teknis CKG. Sasaran dari program ini mencakup seluruh penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjo, tak terkecuali masyarakat dan santri di pondok pesantren,” ujar drg. Petrip saat diwawancarai secara daring.
Ia menambahkan, skrining kesehatan secara berkala ini penting untuk mengidentifikasi berbagai faktor risiko sejak dini. Dengan demikian, status kesehatan masyarakat dapat terus terpantau dan potensi penyakit tidak berlanjut ke tingkatan yang lebih serius.
Target dan Sasaran Pemeriksaan Kesehatan
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Sumberjo menetapkan target capaian yang cukup signifikan untuk wilayah kerja mereka. Secara keseluruhan, program kesehatan ini menargetkan 46% dari total jumlah penduduk di wilayah Sumberjo, dengan porsi khusus target usia remaja sebesar 35%.
Adanya kegiatan Cek Kesehatan Santri Blawe ini menjadi langkah strategis dalam memenuhi capaian target sasaran remaja tersebut agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan.
“Goal utama dari program ini adalah untuk mencegah dan menangani faktor risiko, kondisi prapenyakit, serta penyakit secara dini. Selain itu, kami ingin meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya para santri, dalam menjaga derajat kesehatan mereka sendiri,” tegas drg. Petrip.
Sinergi Pondok Pesantren dan Fasilitas Kesehatan
Pihak pengurus Pondok Blawe menyambut positif sinergi dan perhatian yang diberikan oleh Puskesmas Sumberjo. Pembagian jadwal pemeriksaan untuk santri putra dan putri dinilai sangat efektif sehingga kegiatan belajar-mengajar di pondok tetap berjalan seimbang tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
Melalui program Cek Kesehatan Santri Blawe ini, santri tidak hanya mendapatkan status tubuh yang fit untuk menuntut ilmu, tetapi juga memiliki tingkat kesadaran hidup bersih dan sehat (PHBS) yang lebih baik di lingkungan pesantren.



