HomePersinas ASADPersinas ASAD Kabupaten Kediri Unjuk Gigi di Piala Bupati Kediri II

Persinas ASAD Kabupaten Kediri Unjuk Gigi di Piala Bupati Kediri II

LDII Kediri, (21/7). Kontingen Persinas ASAD Kabupaten Kediri menerjunkan para pesilat terbaiknya untuk berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri II 2026 yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 18–19 Juli 2026.

Keikutsertaan Persinas ASAD Kabupaten Kediri dalam ajang bergengsi tingkat daerah ini menjadi bagian penting dari penguatan jam terbang serta pembinaan regenerasi atlet di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Ajang kejuaraan daerah tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri, Sholikin , yang hadir mewakili Bupati Kediri. Pembukaan ajang ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bakesbangpol Yuli Marwanto, Kabag Kesramasy Suparlan, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Kepala Dinas Pendidikan Tri Setyo Nugroho, serta jajaran pimpinan dari 12 perguruan silat yang tergabung dalam naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kediri.

Ketua Harian IPSI Kabupaten Kediri, Kaderi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini ditujukan sebagai wadah pemetaan potensi sekaligus pemanduan bakat atlet pencak silat daerah.

“Event ini diselenggarakan untuk mempersiapkan jam terbang dan pembinaan guna memperbanyak serta menggembleng para atlet silat. Dengan demikian, para atlet dari berbagai perguruan, termasuk Persinas ASAD Kabupaten Kediri, akan jauh lebih siap dalam menyongsong agenda-agenda besar IPSI Jawa Timur ke depan,” ujar Kaderi di lokasi acara.

Solusi Pengalihan Kecanduan Gadget Generasi Muda
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Kediri Sholikin menyoroti peran penting kegiatan olahraga bela diri tradisional seperti pencak silat di era digital saat ini. Menurutnya, aktivitas fisik dan pembentukan karakter dalam seni bela diri menjadi benteng efektif dari dampak negatif teknologi informasi.

“Saat ini banyak anak muda hingga masyarakat umum mengalami keluhan kecemasan yang cukup luar biasa karena pengaruh gadget dan pesatnya teknologi informasi. Bahkan tidak hanya yang muda, yang tua pun sama jika tidak pandai menahan diri. Dalam 24 jam, hampir sebagian besar kegiatan kita dihabiskan di depan layar HP,” ungkap Sholikin.

Melalui kejuaraan ini, pemerintah daerah berharap iklim olahraga pencak silat terus hidup dan menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk mengukir prestasi sekaligus membendung pengaruh kecanduan gawai.

Kehadiran kontingen Persinas ASAD Kabupaten Kediri bersama 11 perguruan silat lainnya di Convention Hall SLG menegaskan komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus mencetak atlet pencak silat berprestasi di kancah regional maupun nasional.

LDII Kediri
LDII Kediri
LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah organisasi kemasyarakatan yang fokus membangun karakter profesional religius.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments