LDII Kediri, (20/8). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kediri resmi meresmikan kepengurusan baru untuk periode 2025–2030 pada Rabu (19/8). Langkah strategis ini menempatkan semangat regenerasi berkarakter sebagai pilar utama dalam menjalankan roda organisasi ke depan. Agenda yang digelar di Gedung DPD LDII Kabupaten Kediri tersebut melantik 65 pengurus dari tiga kelompok kerja (Pokja), yakni Wanita LDII, Pemuda LDII, dan LDII News Network (LINES).
Prosesi ini secara khusus mengusung tema “Regenerasi Berkarakter, Profesional dalam Berkarya, Religius dalam Kehidupan”. Melalui tema tersebut, upaya mewujudkan regenerasi berkarakter diharapkan menjadi landasan kuat bagi setiap anggota dalam menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri, dr. H. Agus Sukisno, M.Kes., menegaskan pentingnya agenda regenerasi berkarakter di tubuh organisasi. Menurutnya, momen pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata untuk membiasakan tata kelola organisasi yang baik dan benar secara berkelanjutan.
“Momen ini menunjukkan bahwa regenerasi berkarakter itu sangat penting dan harus terus kita ajarkan kepada generasi penerus. Karakter LDII tidak terlepas dari 29 karakter jamaah yang mesti selalu diterapkan. Dalam berorganisasi, peningkatan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan sangat dibutuhkan agar kita mampu memberikan manfaat sesuai bidang masing-masing dengan tetap berlandaskan nilai-nilai agama,” ujar Agus.
Agus juga menggarisbawahi beberapa agenda terdekat yang memerlukan kesiapan penuh dari jajaran pengurus, di antaranya pelaksanaan program CKG pada September mendatang di Sekolah Budi Utomo Pare dan Pondok Pesantren Nur Azizah Kunjang, serta partisipasi Pemuda LDII dalam menyukseskan stan bazar Hari Santri. Di samping itu, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian di era digital agar tidak berbenturan dengan masalah hukum.
Guna memastikan efektivitas program pasca-pengukuhan, Agus merumuskan tiga prinsip kerja utama (3K):
Komunikasi: Membangun hubungan yang baik dan terbuka dengan berbagai pihak eksternal serta pemangku kepentingan.
Koordinasi: Menguatkan konsolidasi internal secara berjenjang sebelum mengambil langkah strategis.
Kolaborasi: Mewujudkan kerja sama nyata dan aksi bersama di lapangan, bukan sekadar wacana atau audiensi semata.
Sementara itu, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kediri, KH. Sunarto, M.Si., memberikan nasihat penguatan bahwa keberadaan Pokja ini merupakan instrumen penting perjuangan dakwah yang sejalan dengan semangat regenerasi berkarakter.
“Sebagai lembaga dakwah, pijakan utama kita adalah perintah untuk menjadi umat terbaik yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Untuk pengurus muda, jalani amanah ini dengan totalitas serta selalu patuhi aturan dan mekanisme yang ada. Jangan disiki kerso (mendahului petunjuk/keputusan), konsultasikan setiap langkah strategis kepada Dewan Penasihat agar meraih keberkahan dalam bertugas,” tutur KH. Sunarto.




