LDII Kediri, (26/5). Sejumlah ustadz dari Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadiri International Conference bergengsi pada Selasa (26/5). Acara ilmiah bertajuk Halal Lifestyle in the Era of Society 5.0: Bridging Faith, Food, and Education ini digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan Umsida.
Kehadiran para pendidik dari Ponpes Wali Barokah ini menegaskan komitmen warga LDII Kediri dalam memperluas wawasan global, khususnya terkait integrasi nilai keimanan dan ekosistem produk halal di era digital. Seminar Halal Lifestyle Umsida ini menghadirkan pakar-pakar internasional dari lima negara sebagai pembicara utama.
Merespons partisipasi aktif para alumni tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri, dr. H. Agus Sukisno, M.Kes, memberikan pandangan strategisnya. Menurutnya, konsep halal lifestyle atau gaya hidup halal saat ini sudah bergeser dari sekadar label makanan menjadi sebuah indikator peradaban yang maju dan higienis.
“Keikutsertaan para ustadz Ponpes Wali Barokah di seminar Halal Lifestyle Umsida ini sangat krusial. Di era Society 5.0, tantangan kita bukan lagi sekadar tahu mana yang halal dan haram, melainkan bagaimana membangun ekosistem kehidupan yang thoyyib (baik), sehat, dan berbasis teknologi tanpa kehilangan esensi iman,” ujar dr. Agus Sukisno.
Agus Sukisno juga menambahkan bahwa ilmu yang didapat oleh para ustadz alumni Umsida ini akan menjadi modal berharga untuk memperkuat kurikulum kemandirian dan kesehatan santri di Kediri.
Kontribusi Alumni Umsida di Pesantren
Tantangan modernisasi menuntut para juru dakwah untuk adaptif. Melalui seminar Halal Lifestyle Umsida, para ustadz alumni diharapkan mampu mentransfer pengetahuan mengenai standardisasi halal, etika digital, dan dunia pendidikan modern kepada para santri di Ponpes Wali Barokah. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi dalam menyiapkan generasi profesional religius yang siap bersaing di kancah global.


