LDII Kediri, (12/10). Ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dari Kecamatan Plemahan, Kunjang, dan Papar mengikuti pengajian umum di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Minggu (11/10). Pengajian ini menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengingatkan pentingnya peran umat Islam dalam membangun bangsa.
Hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Syaiful Makhi Ula Arrois menyampaikan pentingnya menjaga persaudaraan kebangsaan dan mempersiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi bagi Indonesia di masa depan.
Menjaga Persaudaraan dan Berkontribusi bagi Bangsa
Dalam penyampaiannya, Syaiful Makhi mengingatkan bahwa keberadaan masyarakat Indonesia di tanah air merupakan kehendak Allah yang patut disyukuri. Karena itu, sebagai umat Islam sekaligus bagian dari bangsa Indonesia, masyarakat perlu menjaga persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathaniyah.
Ia mengajak jamaah untuk menunjukkan rasa syukur tersebut melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
“Kita tidak bisa memilih di mana kita dilahirkan. Keberadaan kita di Indonesia adalah atas izin Allah. Karena itu, mari bersama-sama memberikan kontribusi positif dan pengabdian terbaik untuk membangun bangsa,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap berpegang pada keikhlasan dalam berbuat baik dan melayani sesama, tanpa mudah terpengaruh pandangan negatif terhadap pengabdian yang dilakukan dengan tulus.
Mempersiapkan Santri Menyongsong Indonesia Emas 2045
Selain membahas persaudaraan kebangsaan, Syaiful Makhi mengajak para santri Pondok Pesantren Nurul Hakim untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang kuat dalam keimanan, berilmu, dan mampu mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.
Para santri diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan Indonesia menuju 2045, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat dan negara.
Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dan para pendidik dalam mendampingi anak-anak membangun akhlak yang baik. Pendidikan karakter, menurutnya, merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi penerus sekaligus menjadi bekal kebaikan yang manfaatnya dapat terus dirasakan pada masa mendatang.



