Pandemi, Bukan Penghalang untuk Mandiri

0
3

Pandemi, Bukan Penghalang untuk Mandiri

LDIIKediri.com, (08/01). LDII tidak pernah berhenti menyiapkan generasi pengganti. LDII berkomitmen serius dalam mengarahkan dan membina generasi penerus. Target pembinaan generasi penerus yang dicanangkan organisasi adalah menjadikan generasi penerus yang “ alim-faqih, berkarakter luhur dan mandiri.

Kita  sama-sama mengerti bahwa  negeri ini sedang dilanda pandemi. Hampir satu tahun pandemi covid-19 mempengaruhi berbagai sektor kehidupan di masyarakat. Kesehatan yang paling utama diserang pandemi. Dampak lain, pandemi mengubah sistem pendidikan. Sektor  ekonomi juga ikut terganggu oleh pandemi. Ekonomi ‘digerogoti’ pandemi. Secara makro ekonomi menurun tajam.

Seblak Remaja LDII

Secara umum situasi seperti ini kurang menguntungkan untuk memulai usaha. Keadaan ini tidak menyurutkan tekad LDII untuk terus membangun generasi yang alim-faqih, berkarakter luhur dan mandiri. Sebuah contoh, apa yang dilakukan PAC Klanderan adalah wujud nyata keseriusan LDII dalam membangun generasi.

“Seblak Klanjo” adalah rintisan uasaha untuk membangun dan mengasah jiwa kemandirian. Seblak Klanjo memulai usahanya pada tanggal 12 Desember 2021. Kegiatan usaha ini digawangi oleh remaja masjid ‘Al-Akla’. Mereka yang tergabung di kelompok usaha ini adalah Ahmad Setiawan (MT), Eva (MT), Yusup (pelajar), Lila (pelajar) dan Asadin Briliantama, S.T. sebagai pengarah teknis usaha.

Tepatnya di jalan Mastrip VI, dusun Sugihwaras, desa Klanderan mereka menjalankan usaha “Seblak Klanjo” . Di jalan ini mereka berproses belajar mandiri. Mengasah jiwa wira usaha untuk mendampingi keilmuan mereka sebagai dasar perilaku yang religius.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat menikmati kegiatannya. Tampaknya mereka serius dan bersemangat setelah dinasihati, dimotivasi oleh bapak pembina,” kata Pitono selaku ketua PAC LDII Plosoklaten. “Anak muda yang bekerja. Tidak gengsi, tidak , patut diapresiasi”, lanjutnya.

Senada dengan ketua PAC LDII Plosoklaten, Drs, Didik Suhariyono sebagi Pembina kelompok usaha ini mengemukakan bahwa sebenarnya anak-anak mempunyai potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Saya selaku orang tua tinggal sedikit emberi sentuhan, mengarahkan dan memberi motivasi saja. Dengan begitu, ternyata mereka dapat melaju dengan cepat.

Memang tidak lebih seumur jagung mereka belajar mandiri. Tetapi perjuangan mereka dalam menyatukan ide, mengatur strtegi kelompok sudah terlihat hasil dan kemajuannya. Sebagaimana yang disampaikan Eva, selama tiga minggu ini mereka mendapat untung bersih 5 jutaan. Buakan 5 juta yang membanggakan, tetapi kemauan mereka belajar usaha mandiri itu yang membanggakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here