Ibu adalah Sosok Pendidik Yang Tidak Pernah Menyerah

0
63

Ibu adalah Sosok Pendidik Yang Tidak Pernah Menyerah

LDIIKediri.com, (23/02). Siapakah dibalik kecerdasan dan kepintaran anak dalam bidang akademik atau non akademik? Siapakah dibalik anak dengan karakter mulia? ternyata dibelakangnya terdapat sosok ibu menjadi pendidik yang mengajarkan semua hal kepada anak-anaknya, yang selalu menguatkan bahunya untuk menjaga dan dilembutkan hatinya agar anak-anak mereka mendapat rasa aman dan selalu di teguhkan untuk berjuang disaat kebanyakaan orang menyerah.

Ibu merupakan pendidik sejati. Ibu adalah manusia yang mulia bahkan Rasullah SAW mengangkat derajat seorang ibu dalam sabdaNya .

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِيْ؟ قَالَ: أُمُّكَ قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أَبُوْكَ

Artinya:Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkaata: “Ada seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?’ beliau menjawab, ‘Ibumu’, ia kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’, Nabi menjawab, ‘Ibumu!’, ‘Kemudian siapa lagi?’, Nabi menjawab, ‘Ibumu’, orang tersebut bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi menjawab, ‘kemudian Bapakmu’.” (HR. Bukhari 5971 dan Muslim 2548)

Anak merupakan amanat yang diberikan Allah SWT kepada orang tua. Pendidikan anak dimulai dari lingkungan keluarga dan tanggung jawab pendidikan anak dibebankan pada pundak orang tua. Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, dijaga oleh malaikat yang keras dan kasar, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim:6)

Faktor penentu keberhasilan pendidikan anak adalah adanya seorang ibu salihah  yang memahami peran dan tugasnya, serta mampu menjalankan dengan sempurna. Suami yang salih tidak bisa sendirian membangun pendidikan yang baik di keluarganya. Sehingga dalam hadist Rasulullah menyarankan ketika mencari calon istri :

عن أبي هريرة رضيى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم تنكح المرأة لأربع: لمالها، ولحسبها، ولجمالها، ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi SAW, beliau bersabda: Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung. (HR. Bokhori)

Dari ibu yang salihah akan lahir seorang anak-anak yang salih salihah. Karena ibu yang salih tidak hanya menyuapi makanan namun juga keimanan, tidak hanya ASI namun juga kemuliaan. Tidak hennti-hentinya selalu di perdengarkan kalimat dzikir kepada Allah SWT.

Begitu pentingnya ibu berjiwa pendidik, hingga Rasulullah SAW mengakui kebenaran pandangan edukatif yang menjadi alasan jabir ibnu Abdullah mengawini seorang janda.

Seorang ibu adalah pendidik sejati karena memeliki waktu yang lebih bersama anak-anaknya dari pada ayah, hal ini memberikan peran yang besar dalam pendidikan anak-anaknya, ibu salihah akan tercermin dari perkataan dan perbuatan yang secara tidak langsung merupakan pembelajaran pendidikan untuk anak-anaknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here