LDII Kediri, (25/9). Pemuda LDII menghadiri pembukaan gelaran Hari Santri Nasional 2026 di Kediri yang berlangsung meriah pada Jumat (25/9) di kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG). Kehadiran jajaran Pemuda LDII menjadi bentuk komitmen dan sinergi ormas Islam dalam mensukseskan perayaan yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026 di Kediri, Yohan Mandala Wicaksana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat dan pemuda ormas Islam. Dalam sambutannya, Yohan mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini tidak hanya diperpanjang durasinya, tetapi juga mengalami perkembangan positif dari sisi tata kelola kegiatan.
”Kehadiran panjenengan sedanten memberikan motivasi dan energi baru bagi panitia. Jika dulu kegiatan hanya berlangsung empat hari, alhamdulillah kini rangkaian acara Hari Santri Nasional 2026 di Kediri bisa berjalan selama 10 hari dengan berbagai perlombaan, pengajian, hingga jalan sehat sarungan berhadiah umrah,” ujar Yohan.
Sementara itu, Wakil Katib Syuriah PCNU Kediri, Gus Riza Sahlan Siroj, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kediri memuat pesan historis yang mendalam. Mengutip pesan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin, ia mengingatkan kembali nilai sejarah Resolusi Jihad 22 Oktober yang dicetuskan oleh Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari. Menurutnya, santri masa kini tidak hanya berfokus mendalami kitab kuning (kutubut turats), tetapi juga harus kontekstual dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat.
Menanggapi momentum ini, Pemuda LDII mengusung semangat tema Hari Santri 2026, yaitu “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Semangat tersebut diselaraskan dengan komitmen pengabdian melalui 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa.
Melalui tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Pemuda LDII mendorong peran aktif santri di berbagai lini kehidupan, meliputi penguatan wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta pemanfaatan energi baru terbarukan.
Sebagai bentuk kontribusi nyata pada aspek ekonomi kerakyatan, LDII turut berpartisipasi meramaikan stan bazar UMKM santri selama satu minggu penuh di kawasan Simpang Lima Gumul dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Kediri. Kehadiran bazar ini menjadi ajang pembuktian kemandirian ekonomi para santri dan wirausaha muda Islam.
Selain kegiatan di SLG, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kediri juga disemarakkan secara serentak di lingkungan internal organisasi. Berbagai pondok pesantren di bawah naungan LDII menggelar apel santri sebagai wujud penanaman jiwa nasionalisme, kedisiplinan, serta penghormatan atas jasa para ulama dan pejuang kemerdekaan.
Partisipasi aktif ormas Islam dalam perhelatan Hari Santri Nasional 2026 di Kediri ini diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi antarumat beragama, memperkokoh ukhuwah islamiyah, serta menggerakkan roda ekonomi dan kebudayaan lokal di Kabupaten Kediri.
Rangkaian pembukaan Hari Santri Nasional 2026 di Kediri ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kelancaran seluruh kegiatan hingga hari puncak, serta harapan agar nilai perjuangan para kiai dan santri terus menjadi inspirasi generasi muda.



