LDII Kabupaten Kediri menggelar pengajian di Aula Baitul Ala Desa Mojokerep Kecamatan Plemahan pada Minggu (11/5). Ustad Sabarudin dalam paparannya terkait UB dan BMT menerangkan bahwa pengembangan Usaha Bersama (UB) dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan langkah strategis yang dilakukan untuk memberdayakan ekonomi umat sekaligus menghindarkan warga LDII dari praktik transaksi riba dan aktivitas keuangan yang bersifat haram.
“Melalui sistem keuangan syariah yang berbasis pada prinsip keadilan, transparansi, dan tolong-menolong, UB dan BMT menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam mengakses layanan permodalan dan simpan pinjam secara halal,” kata Sabarudin.
Selain itu, keberadaan dua lembaga ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi mikro yang mandiri dan beretika, dengan memfasilitasi pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya tanpa terjerat sistem bunga yang merugikan.
Pengembangan UB dan BMT tidak hanya merupakan strategi ekonomi, tetapi juga merefleksikan semangat perjuangan yang pernah ditunjukkan dalam sejarah Islam, seperti pada Perang Badar. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ustad Ali Saifudin, ia mengatakan dalam peristiwa tersebut, Rasulullah SAW dan para sahabat berjuang bukan hanya secara fisik, tetapi juga menghadapi tantangan ekonomi, dengan jumlah pasukan dan perlengkapan yang jauh lebih sedikit dibanding musuh.
“Namun, dengan semangat kebersamaan, tawakal, dan pengorbanan, mereka meraih kemenangan. Semangat inilah yang kini dihidupkan kembali melalui UB dan BMT, di mana jamaah diajak untuk saling mendukung, membangun kekuatan ekonomi kolektif yang bebas dari riba, dan menumbuhkan kemandirian umat dalam menghadapi tantangan zaman secara bermartabat dan sesuai syariat,” pungkas Ustad Ali Saifudin.


