3 C
London
Thursday, February 9, 2023

Diklat Kader Kesehatan Poskestren, Sambut Bonus Demografi

Kediri, (27/11). DPP LDII helat Diklat Kader Kesehatan dan Manajemen Poskestren di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri diikuti oleh pesantren se-Indonesia secara tatap muka dan online pada Minggu, (27/11).

Menurut Ketua DPP LDII, KH. Criswanto Santoso, Diklat Kader Kesehatan tersebut adalah upaya DPP LDII menyiapkan generasi penerus dengan sumber daya manusia (SDM) yang professional religious. “Fokus LDII dalam program kerjanya bagaimana menyiapkan generasi penerus dengan SDM yang profesional religious untuk menyambut bonus demografi pada tahun 2035 dan Indonesia Emas tahun 2045,” kata Criswanto Santoso.

Lebih lanjut, Criswanto menjelaskan bahwa salah satu faktor dalam menyiapkan Kader Professional Religious yang baik yang bisa dibekali dengan Tri Sukses, kader tersebut harus mendapat perhatian kesehatan yang cukup baik, tanpa kesehatan yang baik maka kader tersebut tidak dapat tercapai secara optimal.

Menurut Criswanto, fokus pembinaan kesehatan dan manajemen itu difokuskan pada Poskestren, di mana pondok pesantren adalah tempatnya orang berkumpul maka ada potensi menjadikan kualitas hidup kurang bagus, maka perlu pengelolaan kualitas kesehatan yang bagus.

“Alhamdulillah kita mendapatkan penghargaan dari WHO menulis narasi bagaimana mengelola pesantren dalam menghadapi Covid-19, maka kita perlu menindak lanjuti bagaimana kita melakukan manajemen yang baik untuk mengelola pondok pesantren yang bagus, apalagi kita mendapat bantuan dari dari pemerintah melalui Kementrian Kesehatan berupa 49 poskestren, yang harus dimanfaatkan tidak boleh ditelantarkan,” tegas Criswanto Santoso.

Lebih lanjut, Criswanto, menjelaskan Poskestren pada saat diperbantukan oleh pemerintah diharapkan menjadi sebuah kluster yang bisa bekerjasama dengan Puskesmas dan rumah sakit dalam rangka mengelola kesehatan.

Hasil assessment DPP LDII terhadap Poskestren menemukan tiga hal, antara lain, masih ada pelayanan kesehatan dan manajemen Poskestren yang belum memenuhi standar, masih ada kader Poskestren yang belum menguasai sepenuhnya ilmu dan ketrampilan kesehatan karena mereka direkrut dari santri dari berbagai background, masih ada tenaga medis yang belum dilibatkan dalam pelayanan poskestren.

Menurut, Prof. Dr. Ir. H. Rubiyo, M.Si, Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, dalam pembukaannya, bahwa pondok pesantren santrinya terdiri dari berbagai daerah dan membawa kebiasaan dari daerahnya, diharapkan mereka mendapat pemahaman standar kesehatan.

“Diharapkan DPW dan DPD dapat menindaklanjuti kegiatan ini di pesantren masing–masing, membantu program LDII yang fokus membangun generasi yang professional religious,” kata Prof. Rubiyo.

Hadir sebagai pemateri, dr. Dani Pramudya, SpeM., dr. Muslim C. Sp.An, KAKV., dr. Martin A. Sp.GK. dr. Lutfi H. Sp.And. Phd, dr. Danang Abdul Ghani, dr. Rio Azadi, Sp.PD, dr. Riko Lazuardi, dr. Heris Setiawan K.

spot_imgspot_img
LDII Kediri
LDII Kediri
LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah organisasi kemasyarakatan yang fokus membangun karakter profesional religius.
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here