الرئيسيةKesehatanCakupan CKG Kediri Baru 30 Persen, LDII Dukung Percepatan Deteksi Dini Penyakit

Cakupan CKG Kediri Baru 30 Persen, LDII Dukung Percepatan Deteksi Dini Penyakit

LDII Kediri, (14/9). Cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kediri hingga September 2026 baru mencapai sekitar 30 persen dari jumlah penduduk. Angka tersebut masih di bawah target nasional sebesar 46 persen. Untuk membantu memperluas cakupan pemeriksaan, DPD LDII Kabupaten Kediri turut menggerakkan warga mengikuti CKG secara serentak bersama warga LDII di Jawa Timur.

Gerakan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Serentak Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi DPW LDII Provinsi Jawa Timur pada Minggu (13/9). Kegiatan dilaksanakan di berbagai daerah dengan menyasar warga LDII di sekitar masjid dan pondok pesantren di bawah naungan LDII.

Di Kabupaten Kediri, kegiatan CKG dipusatkan di SMP Budi Utomo Pare. Pemeriksaan diikuti para siswa dan siswi SMP Budi Utomo Pare serta warga LDII yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, M.Kes., mengatakan CKG merupakan program pemerintah pusat yang menyasar seluruh penduduk Indonesia, mulai bayi hingga lanjut usia. Pemeriksaan dilakukan secara berkala satu kali dalam setahun sebagai upaya mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak dini.

“Apabila penyakit diketahui sejak dini, maka lebih cepat dapat diobati dan kemungkinan untuk membaik juga lebih tinggi dibandingkan jika ditemukan dalam kondisi terlambat,” ujar Ahmad Khotib saat meninjau pelaksanaan CKG di SMP Budi Utomo Pare.

Ia menjelaskan, pemeriksaan CKG disesuaikan dengan kelompok usia. Bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia memiliki jenis pemeriksaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Namun, secara umum pemeriksaan diarahkan untuk mendeteksi berbagai gangguan kesehatan sejak awal.

Menurut Ahmad Khotib, hingga saat ini sekitar 33 persen penduduk Kabupaten Kediri telah mendaftar CKG, sedangkan yang sudah menjalani pemeriksaan mencapai 30 persen. Sementara itu, pemerintah pusat menetapkan target cakupan CKG tahun ini sebesar 46 persen untuk setiap kabupaten/kota.

“Artinya kita belum mencapai cakupan yang ditargetkan oleh pemerintah pusat yaitu 46 persen. Untuk itu, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kediri, khususnya Dinas Kesehatan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPD LDII Kabupaten Kediri atas kerja sama ini. Semoga ini bisa meningkatkan cakupan kita di Kabupaten Kediri,” katanya.

Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri, dr. H. Agus Sukisno, M.Kes., turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus LDII.

Keterlibatan LDII dalam gerakan CKG ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan. Dengan menggerakkan warga di sekitar masjid dan pondok pesantren, pemeriksaan kesehatan diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak menunggu munculnya keluhan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Melalui deteksi dini, berbagai risiko penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Selain di Kabupaten Kediri, Gerakan Serentak CKG yang diinisiasi DPW LDII Jawa Timur pada 13 September 2026 dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Jawa Timur dengan melibatkan warga LDII di sekitar masjid dan pondok pesantren.

LDII Kediri
LDII Kediri
LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah organisasi kemasyarakatan yang fokus membangun karakter profesional religius.
PESANTREN

ترك الرد

من فضلك ادخل تعليقك
من فضلك ادخل اسمك هنا

- Advertisment -
Google search engine

NEWS

احدث التعليقات