Abu Bakar Ash-Shiddiq Pimpin Manasik Haji Kaum Muslimin

0
102

LDIIKediri.com, Antara peristiwa perang Tabuk dan Haji Wada’, pada bulan Dzul-Qa’dah dan Dzul-Hijjah tahun 8 Hijriah, Rasulullah SAW, mengutus Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk memimpin pelaksanaan Manasik Haji bagi kaum Muslimin.

Pelaksanaan ibadah haji ini merupakan syariat Haji yang pertama dilakukan oleh kaum Muslimin atau satu dari dua pelaksanaan ibadah Haji pada masa Rasulullah. Akan tetapi pada pelaksanaan Haji pertama ini Rasulullah tidak turut serta di dalamnya.

Tidak lama setelah itu, turunlah kepada Rasulullah SAW, permulaan surah At-Taubah yang menggugurkan perjanjian antara beliau dengan orang-orang musyrik. Setelah itu, Rasulullah SAW mengutus Ali bin Abi Tahalib sebagai wakil beliau. Ali bertemu dengan Abu Bakar di perjalanan. Abu Bakar bertanya, “Apakah engkau sebagai pemimpin rombongan ataukah yang dipimpin?”.

Ali menjawab, “ tidak, aku adalah yang dipimpin”.

Setelah itu, keduanya melanjutkan perjalanan. Abu Bakar bersama orang-orang mununaikan ibadah Haji. Ketika prosesi penyembilihan qurban, Ali berdiri di dekat Jamrah lalu mengumandangkan azan, sebagai mana yang telah diperintahkan Rasulullah sebelumya. Semua orang yang terikat dalam perjanjian di perintahkan untuk menggugurkan ikatan perjanjiannya dan diberi tempo selama empat bulan.

Abu Bakar kemudian mengutus orang untuk menyampaikan pengumuman, “setelah tahun ini tidak boleh ada seorang musyrik pun yang menunaikan ibadah Haji dan tidak boleh ada seorang pun yang tawaf dalam kadaan telanjang”. Pengumuman ini sekaligus menandai berahirnya era paganisme di Jazirah Arab dan terlarang untuk dilakukan tahun itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here