LDII Kediri, (11/10). DPD LDII Kabupaten Kediri menggelar pengajian umum bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kaliawen, Minggu (11/10). Kegiatan yang diikuti ratusan warga LDII dan santri ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman keagamaan, membangun kesehatan mental, serta meneguhkan peran santri dalam pembangunan bangsa.
Kemenag Apresiasi Kontribusi Warga LDII
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syaiful Makhi Ula Arrois, S.Ud., M.Ag., yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, mengapresiasi kontribusi warga LDII dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan, makna santri di era modern tidak terbatas pada mereka yang tinggal di pondok pesantren. Menurutnya, siapa pun yang bersungguh-sungguh mengikuti nasihat dan bimbingan guru serta kiai juga memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Lebih lanjut, Syaiful Makhi Ula Arrois memaparkan tiga pilar penting yang perlu dimiliki santri untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, yakni keimanan, akhlak, dan keilmuan.
Keimanan menjadi landasan dalam menjalani kehidupan dan menuntut ilmu. Akhlak menjadi pedoman agar ilmu membawa manfaat bagi masyarakat, sedangkan keilmuan, baik agama maupun umum, menjadi bekal untuk menjawab tantangan zaman dan mendorong kemajuan bangsa.
Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi turut mengambil peran aktif melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Agus Sukisno Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental
Selain membahas peran santri dalam pembangunan bangsa, pengajian ini juga mengangkat pentingnya menjaga kesehatan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan. Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri, dr. H. Agus Sukisno, M.Kes., mengingatkan warga agar menyikapi berbagai ujian kehidupan dengan bijak.
Menurutnya, kesulitan dalam beradaptasi terhadap keadaan dan menerima berbagai cobaan dapat memicu stres apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan fisik, seperti meningkatnya tekanan darah dan gangguan tidur.
Ia berpesan agar warga menjadikan pengajian sebagai bekal batin untuk memperkuat ketahanan mental, menjaga pola istirahat, serta meningkatkan amal saleh.



