Pemerintah Perlu Gandeng Ormas Islam Untuk Cegah Covid-19

0
9

Pemerintah Perlu Gandeng Ormas Islam Untuk Cegah Covid-19

LDIIKediri.com (22/9) – Menurut Agus Sukisno masyarakat perlu diberi pemahaman, bahwa kita tidak bisa menghindari wabah Covid-19 ini. Tetapi kita bisa mencegah dengan protokol kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh kita dari asupan makanan sehat dan suplemen termasuk empon-empon. Bila kita positif dan tetap tenang dengan isolasi mandiri tidak harus di rumah sakit dan menjaga hati tetap gembira dan optimis yakinkanlah akan baik baik saja.

“Biarkan rumah sakit merawat yang benar-benar membutuhkan perawatan jangan sampai ruang isolasi rumah sakit penuh tapi kondisi umum pasien baik-baik saja,” kata Agus Sukisno, selaku Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri yang sehari-hari sebagai dokter Kepala IGD RSUD Kabupaten Kediri, saat memberikan tanggapan tentang press release DPP LDII dibawah ini.

Saat negara-negara lain mulai membuka perbatasannya, untuk memutar ekonomi terutama berkaitan dengan bisnis dan pariwisata. Justru sebaliknya, dengan Indonesia. Pada awal September, 59 negara menolak kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI). Malahan saat Singapura membuka perbatasannya untuk warga Thailand, Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja. Namun belum memasukkan Indonesia dalam daftar tersebut.

“Penolakan negara lain ini menunjukkan, upaya mencegah penyebaran Covid-19 ini masih panjang. Negara-negara lain, belum menerima kunjungan WNI menunjukkan kepercayaan terhadap negeri kita dalam mencegah penyebaran Covid-19 masih rendah,” ujar Pj Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso.

Menurutnya, oleh karena itu tanggung jawab mencegah penyebaran Covid-19, bukan hanya tugas pemerintah saja tapi segenap elemen rakyat Indonesia. Hanya saja, untuk menggerakkan masyarakat berperan aktif dalam mencegah penyebaran Covid-19, belum sepenuhnya berjalan.

“Komunikasi antara pemerintah dan masyarakat masih searah. Di lain sisi, media massa melalui pemberitaannya menciptakan ketakutan tersendiri. Akibatnya, masyarakat bereaksi negatif dan hanya sibuk melindungi diri sendiri, namun kesadaran untuk mengajak orang lain masih rendah,” ujar Chriswanto.

Inilah fungsi strategis, pemerintah menggandeng ormas Islam, dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Menurut Chriswanto, pemerintah perlu melakukan konsolidasi dengan ormas keagamaan, terutama ormas Islam, karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, “Bagi umat Islam, para kyai dan pengurus ormas Islam adalah opinion leader, yang memungkinkan segala bentuk program pemerintah disosialisasikan oleh mereka,” papar Chriswanto.

Umat Islam di Indonesia, yang terhimpun dalam ormas-ormas Islam, memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan para ulama, atau para kyai. Dari ijma’ atau nasehat-nasehat mereka di pesantren, masjid, hingga majelis taklim tingkat RT/RW, umat Islam bisa mendapat pemahaman yang utuh mengenai mencegah Covid-19 tanpa ketakutan yang berlebihan.

Alasan lainnya, menurut Chriswanto, para ulama dan kyai dari berbagai pondok pesantren klasik di Indonesia dengan kajian fiqihnya, sangat memahami bagaimana karantina dilakukan dan mengatasi problem sosial kemasyarakatan akibat wabah.

“Para ulama tak hanya memahami prinsip-prinsip karantina dalam la dharara wala dhirar; ‘tidak boleh berbuat mudarat dan hal yang menimbulkan mudarat’, mereka juga belajar dari sejarah bagaimana Rasulullah dan para khalifah menangani efek sosial ekonomi saat terjadi wabah,” imbuh Chriswanto Santoso.

Menurut Chriswanto, DPP LDII pada 10 Agustus lalu, menggelar webinar bertema “Menjadi Pesantren Sehat pada Era Pandemi”, merupakan langkah untuk memahami Covid-19 dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), hingga pakar wabah, untuk memahami wabah. Pengetahuan dan informasi tersebut lalu digetoktularkan ke pengurus LDII di tingkat provinsi hingga kelurahan.

“Informasi tersebut kemudian disebarkan hingga tingkat majelis taklim, agar setiap keluarga dalam lingkungan LDII bisa menerapkan protokol kesehatan,” ujar Chriswanto.

Chriswanto Santoso menegaskan, rantai edukasi dari pemerintah mengenai Covid-19 juga bisa diterapkan dengan menggandeng PBNU, PP Muhammadiyah, dan ormas-ormas Islam lainnya. Sehingga “perang” melawan Covid-19 ini, bisa dimenangi pemerintah dan rakyat Indonesia. Sebagai kemenangan bersama.

Hal senada di sampaikan oleh Agus Sukisno selaku ketua DPD LDII Kabupaten Kediri ”Sudah saatnya LDII sebagai salah satu ormas islam di Kabupaten Kediri, mendorong Pemkab untuk bisa kerjasama dengan ormas islam termasuk di dalamnya NU, Muhammadiyah dan LDII serta para tokoh agama lain serta tokoh adat dan tokoh masyarakat. Bersama-sama membina umatnya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan juga membantu menginformasikan hal yg bersifat optimis,” ujar Agus Sukisno.

Menurut Agus Sukisno masyarakat perlu dihimbau tetap waspada namun kurang bijak apabila menakut nakuti warga.

“Waspada harus tapi menakuti nakuti masyarakat terkait covid-19 sungguh tidak bijaksana. Mengapa harus dilakukan karena mereka lebih dekat dengan umatnya secara emosional dan mereka mampu membantu mengubah persepsi bahwa wabah ini adalah cobaan. Dibalik kesulitan pastilah kemudahan yang telah disiapkan oleh Allah SWT untuk kita,” kata dr. Agus Sukisno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here