-1.7 C
London
Saturday, December 10, 2022

Khalid bin Walid Rotasi Pasukan Muslimin Hingga Pasukan Romawi Mundur

LDIIKediri.com, Setelah Perjanjian Hudaibiyah pada 7 Hijriah, Rasulullah bersama kaum Muslimin melaksanakan umrah menuju Mekah. Urusan Madinah diserahkan kepada Uwais Abdurrahman Al Ghifari. Di Masjidilharam, beliau beliau menyembelih hewan qurban dan menyukur rambut di gunung Marwah. Beliau bersabda, “Setiap tempat di Mekah bisa dijadikan tempat menyembelih qurban.” Beliau tinggal di Mekah selama tiga hari.

Pada Jumadil Awal tahun 8 Hijriah, Al Harist bin Umair, utusan Rasulullah untuk memimpin Bushra, dihadang Syarahbil bin Amr Al Ghassani, Pemimpin Balqa’. Kemudian dia dipenggal dihadapan Qaisyar. Mendengar berita itu, Rasulullah murka dan menghimpun pasukan terbesar dalam sejarah, yakni 3.000 orang untuk menyerang Mu’tah, utara Madinah, perbatasan Syam.

Rasulullah menunjuk Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah untuk memimpin pasukan ke Mu’tah. Pasukan Romawi, Heraklius, bermarkas di Ma’ab dan al Baqa’ berkekuatan 200.000 orang. Akan tetapi, Abdullah bin Rawahah bersama pasukan dengan misi Syahid tidak gentar.

Pertempuran meletus Zaid bin Haritsah memimpin dengan gigih Ia bertempur hingga gugur. Kemudian, pasukan dikendlikan Ja’far bin Abi Thalib. Dia bertempur penuh semangat hingga lenganya terlepas kena sabetan pedang. Namun, dia tetap tegar sehingga digelari Thaiyar (penerbang) juga Dzul Janahain (punya dua sayap). Dia pun gugur. Kemudian, kendali dipegang Abdullah bin Rawahah. Dia bertempur tanpa kenal lelah hingga gugur pula. Akhirnya, ketiga pemimpin yang ditunjuk Rasulullah gugur.

Pasukan Muslimin menunjuk Khalid bin Walid. Dia memimpin pertempuran dan mengatur strategi rotasi pasukan sehingga terlihat ada penambahan pasukan. Strategi ini memberi harapan, situasi pun berbalik dapat dikuasai pasukan Muslimin. Perlahan pertempuran mereda, pasukan Muslimin perlahan mundur kembali ke Madinah, sedangkan pasukan Romawi kembali ke camp mereka. Pada peperangan ini, 12 anggota pasukan Muslimin gugur, sedangkan anggota pasukan Romawi lebih banyak.

spot_imgspot_img
LDII Kediri
LDII Kediri
LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah organisasi kemasyarakatan yang fokus membangun karakter profesional religius.
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here