Kediri (25/5). Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) bekerja sama dengan Pondok Pesantren Wali Barokah menggelar Pelatihan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), Sabtu (24/5), di Kediri. Kegiatan ini diikuti secara luring dan daring oleh pendidik, pengelola pesantren, serta perwakilan 290 lembaga pendidikan di bawah naungan LDII.
Ketua DPP LDII Rubiyo menyatakan, pelatihan ini mendukung penerapan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan. “Kami membangun sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan melalui penguatan karakter dan pembentukan TPPK,” ujarnya.
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek Rusprita Putri Utami menyambut baik inisiatif ini, mengingat tingginya angka kekerasan di lingkungan pendidikan. Data Asesmen Nasional 2022 menunjukkan satu dari tiga anak berisiko mengalami kekerasan seksual dan perundungan, dan satu dari empat anak berpotensi mendapat hukuman fisik. Sementara itu, SIMFONI PPA mencatat lebih dari 2.000 kasus kekerasan seksual terhadap anak sepanjang 2024.
Rusprita menekankan pentingnya pelibatan semua pihak dalam membentuk lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Ia menyebut tiga aspek utama: perlindungan dan keamanan (aman), suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang siswa (nyaman), serta ruang yang menggembirakan dan memotivasi (menyenangkan).


