Monday, April 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomePesantren300 Santri Ponpes Nurul Azizah Ikuti Pembekalan Calon Muballigh

300 Santri Ponpes Nurul Azizah Ikuti Pembekalan Calon Muballigh

LDIIKediri.com, (24/02). 8 Program Pengabdian LDII adalah bentuk sumbangsih LDII untuk bangsa, yaitu Wawasan Kebangsaan, Prinsip Dakwah dan akhlak bangsa, Pendidikan karakter, Pangan dan Lingkungan Hidup, Ekonomi Syariah, Pengembangan Pengobatan herbal, Pemanfaat Teknologi Digital Produktif, Pemanfaatan Energi Baru-Terbarukan.

Pada program kedua, Prinsip Dakwah dan Akhlak Bangsa, LDII bekerjasama dengan berbagai pihak berhasil mencetak dai-dai muda untuk malaksanakan amar makruf nahi munkar, dengan dakwah santun sesuai dengan prinsip dakwah LDII yaitu berbuat baik (ihsan), keteladanan (uswatun hasanah), ikhlas, budi pekerti yang mulia (akhlakul karimah), toleransi (tasamuh), menggembirakan pada orang lain (tabsyir), bertahap (tadarruj), kesatuan (al wahidah), pembinaan (binaa), musyawarah, kebangsaan, dan universal.

Hal tersebut yang mengilhami Ponpes Nurul Azizah menggandeng KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Kunjang melakukan pembekalan untuk 170 santriwan dan 130 santriwati pada Sabtu, 24 Maret 2022 di aula Ponpes Nurul Azizah, Balongjeruk.

Abdul Hamid Hamdah, Kepala KUA, menilai saat ini, dakwah di media sosial tingkat toleransinya meningkat sehingga tidak mudah menyalahkan orang lain dan merasa paling benar sendiri, dakwah di media sosial tingkat toleransinya meningkat sehingga tidak mudah menyalahkan orang lain dan merasa paling benar sendiri.

“Apapun jenis organisasinya, dengan berkeyakinan terhadap apa yang mereka yakini, yang penting satu, jangan pernah menyalahkan orang lain, kedua merasa paling benar sendiri maka tidak akan terjadi konflik horizontal dan antar sosial bisa berjalan dengan baik,” kata Abdul Hamid Hamdah, Kepala KUA Kecamatan Kunjang.

Lebih lanjut, Abdul Hamid Hamdah menekankan berilmu itu harus bersanad, ada guru yang mengajarkan, tidak membaca buku sendiri dan tidak berguru melalui medsos (media sosial) yang tidak ada saringannya, ketika ada kesalahan kita (Kemenag) tidak tahu, berguru seperti inilah yang kita harapkan, bahwa menuntut ilmu itu harus punya guru.

LDII Kediri
LDII Kediri
LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah organisasi kemasyarakatan yang fokus membangun karakter profesional religius.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments