HomeDPP LDIILDII Tekankan Karakter Luhur di Webinar TPPK dan SANM

LDII Tekankan Karakter Luhur di Webinar TPPK dan SANM

LDII Kediri, (02/6). Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar webinar pelatihan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta perintisan Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan (SANM) pada Sabtu, (24/5), bertempat di Pondok Pesantren Walibarokah, Kediri. Acara ini menghadirkan Thonang Effendi, S.TP., CT.NNLP sebagai pembicara dengan materi berjudul Penerapan Nilai-Nilai Luhur di Satuan Pendidikan untuk Mencapai SANM.

Dalam paparannya, Thonang menekankan pentingnya pembentukan karakter sebagai fondasi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Ia menjelaskan bahwa karakter bukanlah bawaan semata, tetapi hasil dari proses pembiasaan yang dimulai sejak dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Karakter adalah sesuatu yang melandasi perilaku seseorang. Ia terbentuk dari nilai-nilai yang diinternalisasi secara konsisten dalam keseharian,” jelas Thonang. Ia mencontohkan pentingnya teladan dari lingkungan sekitar dalam membentuk respons anak terhadap berbagai situasi.

Mengacu pada teori “Iceberg Model” dari Spencer and Spencer, Thonang menjelaskan bahwa perilaku yang tampak hanyalah puncak dari gunung es, sementara karakter yang mendasari perilaku itu tersembunyi namun sangat menentukan.

Thonang juga memperkenalkan konsep 29 karakter luhur yang diterapkan dalam lingkungan pendidikan, mencakup relasi dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa. Pembentukan karakter ini menurutnya melibatkan tiga aspek: moral knowing (pengetahuan nilai), moral feeling (rasa terhadap nilai), dan moral action (aksi nyata dari nilai).

“Karakter yang kuat lahir dari proses pengajaran, penanaman rasa, dan pembiasaan. Tiga hal ini harus terintegrasi dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan, baik formal di kelas, kegiatan pondok, maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Thonang mendorong satuan pendidikan agar mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kurikulum dan kegiatan sekolah. Ia mencontohkan keberadaan buku ajar khusus untuk implementasi 29 karakter luhur sebagai langkah strategis dalam pendidikan karakter di salah satu lembaga pendidikan.

Ia menekankan pentingnya sistem dalam pembentukan karakter. “Ketika sistem terbentuk, siapapun pelaksananya, proses pembentukan karakter akan tetap berjalan,” katanya. Sistem ini melibatkan kebijakan, sumber daya, lingkungan, serta komitmen dari seluruh stakeholder pendidikan.

Sebagai penutup, Thonang mengingatkan bahwa pendidikan karakter bukan hanya bagian dari kewajiban institusional, tetapi juga amanah moral untuk mencetak insan profesional religius sesuai hasil Musyawarah Nasional LDII tahun 2011.

LDII Kediri
LDII Kediri
LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah organisasi kemasyarakatan yang fokus membangun karakter profesional religius.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments