LDII Kediri, (17/12). Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Jawa Timur, Amrodji Konawi, menegaskan komitmen LDII terhadap empat pilar kebangsaan dalam seminar wawasan kebangsaan yang digelar pada Musyawarah Daerah (Musda) LDII Kota Kediri, Rabu (17/12), di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri.
Dalam penyampaiannya, Amrodji Konawi menegaskan bahwa komitmen LDII terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika bersifat final dan tidak perlu dipertanyakan lagi.
“LDII sejak awal berdirinya sudah menjadikan Pancasila sebagai asas organisasi. Karena itu tidak tepat jika masih ada yang mempertanyakan komitmen LDII terhadap Pancasila,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa LDII, yang sebelumnya bernama Lemkari dan berdiri pada 1 Juli 1972, sejak awal telah berasas Pancasila. Bahkan sebelum terbitnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang mewajibkan Pancasila sebagai asas tunggal, LDII telah lebih dahulu menetapkannya sebagai dasar ideologi organisasi.
Amrodji Konawi juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang berperan besar dalam proses perumusan dan lahirnya Pancasila. Menurutnya, LDII yang lahir setelah Indonesia merdeka memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat Pancasila agar tetap lestari.
“Kalau Muhammadiyah dan NU ikut membidani lahirnya Pancasila, maka LDII berada pada posisi menjaga agar Pancasila tetap lestari sampai kapan pun,” ujarnya.
Dalam perspektif kebangsaan, ia menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk dengan ribuan pulau, ratusan suku bangsa, bahasa, dan agama. Kemajemukan tersebut, menurutnya, adalah realitas yang harus dirawat bersama sebagai sebuah “kapal besar” bernama Indonesia.
Ia juga mengulas sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang lahir dari perjuangan kolektif seluruh elemen bangsa, bukan milik satu kelompok, suku, atau agama tertentu. Oleh karena itu, Indonesia harus dipahami sebagai milik bersama yang wajib dijaga persatuan dan keutuhannya.
Menguatkan pandangannya, Amrodji Konawi mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal (ta’aruf). Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara hubungan sosial antarmanusia (hablum minannas) dan hubungan spiritual kepada Allah (hablum minallah).
Selain itu, ia juga mengutip Surah Al-Mumtahanah ayat 8 yang menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada siapa pun, termasuk kepada mereka yang berbeda agama, selama tidak memerangi.
Menutup materinya, Amrodji Konawi mengajak seluruh peserta Musda LDII Kota Kediri untuk terus merawat kebhinekaan, memperkuat persatuan, serta menjaga kerukunan antarsesama anak bangsa.
“Kalau dengan yang berbeda agama saja kita diperintahkan untuk rukun, maka apalagi dengan sesama muslim. Jangan hanya karena perbedaan simbol atau atribut kemudian terjadi perpecahan,” pungkasnya.


