HomeBerita LDIILDII Kabupaten Kediri Gelar Konsolidasi di Ponpes Nurul Huda Al Manshurin

LDII Kabupaten Kediri Gelar Konsolidasi di Ponpes Nurul Huda Al Manshurin

LDII Kediri, (28/6). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Kediri sukses menggelar kegiatan konsolidasi organisasi pada Sabtu, (28/7). Kegiatan yang melibatkan jajaran pengurus pleno dan cabang ini bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Al Manshurin, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi LDII Kabupaten Kediri untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kinerja organisasi di tingkat akar rumput. Dalam agenda tersebut, sejumlah Pimpinan Cabang (PC) melaporkan perkembangan kegiatan per caturwulan secara berkala. Di antaranya adalah laporan progresif dari PC LDII Kecamatan Ngasem, PC LDII Kecamatan Mojo, dan PC LDII Kecamatan Kras.

Strategi LDII Kabupaten Kediri Hadapi Persaingan Global

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri, Suwandra, M.Pd., memberikan arahan strategis mengenai pentingnya mencetak generasi penerus (generus) yang tangguh. Beliau menegaskan bahwa kesuksesan pendidikan generus menjadi fondasi utama bagi mereka untuk mengembangkan diri dan memiliki ketahanan hidup di tengah ketatnya persaingan global saat ini.

Menurut Suwandra, program pendidikan di lingkungan LDII Kabupaten Kediri secara komprehensif bertumpu pada tiga pilar Utama, Pendidikan Agama, Pendidikan Dunia (Formil/Akademik), Pendidikan Karakter (Penerapan 29 Karakter Luhur)

Internalisasi Enam Thobiat Luhur dalam Kehidupan Sehari-hari

Lebih dalam mengenai Pendidikan Karakter, Suwandra menjelaskan bahwa di dalam program tersebut terdapat Enam Thobiat Luhur yang wajib menjadi perilaku dan kebiasaan setiap warga LDII. Keenam aspek tersebut meliputi, Jujur, Amanah, Mujhid-Muzhid (Kerja keras dan hidup bersahaja), Rukun, Kompak, Kerja Sama yang Baik.

“Enam Thobiat Luhur merupakan kebiasaan yang harus dimiliki oleh setiap warga dalam kehidupan kesehariannya, baik dalam rangka menjalani kewajiban beribadah kepada Alloh maupun dalam berhubungan dengan sesama manusia,” ujar Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri tersebut.

Ia berharap, dengan konsistensi penerapan nilai-nilai ini, Enam Thobiat Luhur dapat melekat kuat menjadi karakter bawaan setiap individu warga LDII, di mana pun mereka berada, kapan pun waktunya, dan bagaimanapun keadaannya.

Membangun Kepedulian Lewat Komunikasi yang Menyejukkan

Tidak hanya teoretis, implementasi karakter ini juga diterapkan secara nyata di berbagai lini operasional. Mulai dari tempat pengajian, pondok pesantren, lembaga pendidikan warga LDII, hingga dalam struktur internal organisasi.

Para pengurus LDII Kabupaten Kediri terus dibekali dan diterampilkan dengan berbagai kegiatan positif yang mampu menumbuhkan rasa kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

“Rasa kasih sayang dan kepedulian kepada sesama warga LDII atau santri bisa tumbuh subur jika ada komunikasi yang baik antara satu dengan yang lain. Caranya adalah dengan selalu membiasakan diri berbicara yang baik, enak didengar, serta menyejukkan hati,” pungkas Suwandra menutup arahannya.

LDII Kediri
LDII Kediri
LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah organisasi kemasyarakatan yang fokus membangun karakter profesional religius.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments