Perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) turut hadir dalam Rapat Koordinasi Forkopimcam dan Doa Bersama yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri pada Senin, 1 September 2025 di Halaman Pemkab Kediri.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PC LDII Kras, Bapak Eko Prasetiyo, serta Wanhat LDII, Bapak Agus Bayu. Kehadiran LDII menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat.
Acara ini digelar sebagai respons atas aksi demonstrasi besar pada 29–31 Agustus 2025 yang dipicu oleh kontroversi tunjangan DPR, tingginya biaya hidup, PHK massal, hingga munculnya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah. Gelombang demo tersebut bahkan meluas hingga menimbulkan kericuhan di sejumlah kota besar, termasuk di Kediri. Tercatat 123 orang diamankan oleh aparat kepolisian akibat perusakan fasilitas publik dan aksi anarkis lainnya.
Melalui doa bersama ini, LDII mengajak seluruh pihak untuk memperkuat semangat nasionalisme, menjaga keamanan, serta mempererat kerukunan masyarakat. Ketua PC LDII Kras, Eko Prasetiyo, menekankan pentingnya doa bersama sebagai sarana memperkuat persatuan bangsa.
“Kami berharap momentum ini menjadi pengingat pentingnya dialog, toleransi, serta tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa untuk mencegah perpecahan dan anarkisme,” ujar Eko.
LDII juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menciptakan suasana damai dan kondusif di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan dan persatuan, diharapkan Kediri serta Indonesia pada umumnya dapat kembali bangkit dan maju menuju negeri yang damai dan beradab.


