28.4 C
Indonesia
Monday, September 27, 2021

Sinergi LDII di Masa Pandemi

Sinergi LDII di Musim Pandemi

LDIIKediri.com – Di Tokyo – Jepang sedang berlangsung olimpiade Tokyo 2020 yang memperebutkan medali emas, perak dan perunggu. Bahkan pembukaannya dilangsungkan di Stadion Nasional Tokyo yang berkapasitas 48.000, namun panitia penyelenggara hanya membatasi 150 warga jepang dari 900 penonton saja, sebagaimana dilansir Kompas.com – 22/07/2021, 22:12 WIB.

Para peserta tentu berharap mendapatkan medali emas atau paling tidak medali perunggu yang penting dapat memberi kebanggaan pada negara masing-masing sehingga membantu imun bangsanya. Perlu diketahui bahwa untuk menjadi juara dalam sebuah pertandingan harus berlatih secara rutin selain itu wajib baginya mengetahui kelemahan lawan untuk mempercepat kemenangan.

Berbeda dengan perlombaan akhirat, harus dengan hati tenang, damai dan ikhlas serta murni, walaupun yang dikerjakan sedikit asal kontinu itu yang di senangi oleh Allah SWT.

وَأَنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang terus-menerus dikerjakan (kontinyu) walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Alhamdulillah warga LDII Kabupaten Kediri di masa pandemi ini bisa rutin malaksanakan kurban, mengingat pahala yang dijanjikan Allah SWT sangat luar biasa dan ibadah kurban juga sebagai momen saling berbagi di masa pandemi di mana kita sedang di coba oleh Allah SWT,” kata Agus Sukisno, Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri.

Bahkan menurut laporan dari sekretaris DPD LDII Kabupaten Kediri, Anang Yusuf, kurban pada tahun 2021 ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya dengan 349 ekor sapi dan 328 ekor kambing, yang dibagikan pada 34.963 masyarakat, sebagai upaya meningkatkan imunitas masyarakat termasuk warga LDII yang tersebar di 25 kecamatan se-Kabupaten Kediri.

Inilah lomba akhirat yang memiliki dua nilai kebaikan, kebaikan di dunia maupun kebaikan akhirat. Kalau kebaikan akhirat banyak yang tahu seperti dari satu bulu bernilai satu kebaikan baik bulu halus maupun bulu kasar. Adapun kebaikan dunia yaitu bisa berbagi dengan masyarakat, apalagi di musim pandemi di mana masyarakat butuh imun.

“Daging merah mengandung seng yang krusial dalam membentuk imunitas,” kata Pakar nutrisi, Emilia Achmadi, (gaya.tempo.co, Jumat, 28 Agustus 2020).

Zat besi dan seng dalam daging merah punya banyak manfaat, di antaranya mengobati anemia, menaikkan kadar hemoglobin, mengurangi kelelahan, mendorong imunitas, meningkatkan konsentrasi, dan membuat individu bisa beristirahat lebih baik, (gaya.tempo.co, Jumat, 28 Agustus 2020).

Kita sering diingatkan oleh ustadz-ustadz kita tentang hisaban di hari akhir, dimana yang memiliki amal baik akan dengan mudah melewati jembatan penghubung surga, sebaliknya yang pulang dengan membawa amal kejelekan harus mampir terlebih dahulu di neraka bahkan ada yang terpaksa kholidina fiha di dalam neraka.

Memiliki amalan andalan yang dirahasiakan dengan tetap menjaga niat, atau bahkan hanya bisa patungan kurban 100 ribu dengan beratnya hati justru bernilai istimewa di hadapan Allah SWT, yang menjadi penyelamat di akhirat.

Disitulah kemenangan yang hakiki, perebutan medali hanya membuat bangga diri sendiri dan orang lain bahkan bisa menjadi salah tafsir para pemerhati dan membuat ujub yang berdampak jelek pada pribadinya.

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

- Advertisement -spot_img