29.4 C
Indonesia
Monday, September 27, 2021

Peran Ayah dalam Keluarga

Peran Ayah dalam Keluarga

LDIIKediri.com – Seorang suami tatkala dia telah memiliki anak maka dia disebut sebagai seorang ayah. Bukanlah perkara yang mudah ketika mendapat predikat ayah, peran ayah sangat penting, mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya baik di dunia dan akhirat. Menjadi seorang ayah kadangkala dianggap biasa-biasa saja, hanya sekedar bertanggung jawab memenuhi nafkah atau menghidupi keluarga. begitu mudahkah menjadi ayah sehingga menganggapnya sepele? Ataukah memiliki peran yang jauh lebih besar dibalik sebutan ayah? Lantas bagaimana menuirut islam menjadi seorang ayah?

Betapa mulianya seorang ayah mencari nafkah untuk keluarganya. Ayah bekerja dengan giat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, apapun pekerjaan yang terpenting halal dan menghasilkan pundi-pundi rupiah akan dilakukan walaupun harus berjauhan dengan keluarganya seperti merantau ke kota, bahkan bekerja di luar Negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia . Namun sangat disayangkan ada sebagian ayah yang menganggap tugasnya sekedar menafkahi saja, waktunya terhabiskan dalam urusan bekerja tanpa memikirkan atau kedekatan dengan anak-anaknya, yaitu berkomunikasi secara langsung bagi yang setiap hari dekat dengan keluarga atau telpon, video call atau sekedar mengirim pesan bagi yang jauh. Padahal terdapat tugas yang jauh lebih penting yaitu terpenuhi kebutuhan rohani berupa keimanan, amal saleh dan mampu membawa kebaikan untuk anak-anaknya. Di surat At Tahrim ayat 6:

 

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu …..” QS. At Tahrim 6.

Kewibawaan ayah biasanya akan selalu di ingat dalam bayangan anak-anaknya, pendidikan yang tegas dan aturan yang dibuat dalam rumah. Selain itu kehadiran ayah sangat dibutuhkan seorang anak, seperti hanya anak ingin dekat dan dicintai ibunya. Ayah memiliki peran sebagai sahabat tatkala anak membutuhkan teman bercerita dan bermain. Figur ayah yang menyayangi istri dan anak-anaknya dan memperlakukan dengan baik orang yang ada disekitarnya, secara tidak langsung anak akan belajar menyayangi, menerima kasih sayang dan sampai pada tahapan mencari suami yang memiliki karakter seperti ayahnya.

Bagaimana menjadi Ayah yang baik menurut islam

Dalam Hadist Imam Bukhari diriwayatkan dari Ibnu Umar :

Artinya: “dari [Abdullah bin Umar] radliallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ketahuilah Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan isteri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”

Peran seorang ayah sebagai pemimpin, mengarahkan dalam ketaatan kepada Allah SWT bagi orang-orang yang dipimpinnya. Tentunya menjadi ayah yang baik menurut islam berkaitan dengan agama. Seorang laki-laki ada baiknya sebelum menikah dan memiliki anak dia mengetahui hak dan kewajiban menjadi ayah. tatkala dia mengucapakan dua kalimat syahadat atau disebut juga syahadatain. dia akan berpikir bagaimana menurut Allah dan rasulullah menjadi seorang ayah yang baik. Allah SWT jelas menjadi pondasi keikhlasan dalam beramal, kitabNya tidak diragukan lagi dan Rasulullah merupakan sosok yang dijamin kesempurnaan akhlaknya. Sehingga menuntut seorang ayah agar selalu belajar Al Qur’an dan Al Khadist.

Pendidikan agama yang kurang akan menjadikan anak tidak memiliki pondasi yang kuat, sehingga ketika anak tidak terdidik dengan agama, terdapat kemungkinan anak akan menjadi durhaka. Tentunya seorang ayah hendaknya memiliki akhlak yang mulia terlebih dahulu ketika menginginkan anaknya memiliki akhlak yang mulia, karena terdapat peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Peran maksimal ayah terhadap keluarga selain mencari nafkah sangat diharapkan demi kesuksesan anak-anaknya di dunia dan di akhirat. Pendidikan agama dan akhlak mulia merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menjalankan peran sebagai seorang ayah.

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

- Advertisement -spot_img