28.4 C
Indonesia
Monday, September 27, 2021

Pengaruh Kebiasaan Orang Tua Pada Anak

Oleh Imam Ali, Bagian KIM DPD LDII Kab. Kediri

Orang tua dan keluarga merupakan tempat pertama untuk seorang anak dalam belajar. Dapat dikatakan pribadi anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Sosok orang tua sering dianggap sebagai panutan bagi anak, sehingga dalam hal ini kebiasaan dan perilaku orang tua harus diperhatikan agar tidak membentuk mental dan perilaku yang buruk pada anak.

Kebiasaan dapat diartikan sebagai perilaku yang dilakukan berulang-ulang. Dalam kaitannya dengan konsep pengaruh kebiasaan orang tua pada anak, maka kebiasaan orang tua akan sering dilihat oleh anak. Akibatnya kebiasaan tersebut baik buruk ataupun baik diolah oleh otak anak dan dipersepsikan sebagai sesuatu yang benar. Dengan kata lain, anak akan cenderung menganggap bahwa kebiasaan orang tua adalah hal yang benar dan patut dicontoh.

Misalnya saja, sosok ibu sebagai orang tua memiliki kebiasaan untuk membalikkan sendok ataupun garpu setelah makanan dihabiskan. Kebiasaan tersebut tanpa disadari diperhatikan oleh anak sehingga anak cenderung menganggap bahwa kebiasaan ibunya tersebut patut dijadikan teladan. Akibatnya, anak juga terbiasa untuk membalikkan alat makan ketika makanan sudah dihabiskan baik ketika berada di lingkungan rumah ataupun lingkungan di luar rumah seperti sekolah dan warung-warung makan. Kebiasaan ini secara tidak langsung membentuk kebiasaan pada anak.

Festival Anak Sholeh 2019, PC LDII Kecamatan Limpung Kab. Batang

Contoh lain misalnya kebiasaan ayah yang membuka pintu almari ataupun pintu lain tanpa menutupnya kembali. Dalam hal ini, anak akan menganggap bahwa perilaku tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Akibatnya anak akan menirukan hal serupa, yaitu membuka laci ataupun pintu almari tanpa menutupnya kembali. Dalam hal ini, orang tua harus mengingatkan sebelum tindakan tersebut menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan. Anak dapat ditegur dan diberi nasihat apabila ada beberapa kebiasaan orang tua yang merupakan hal yang salah dan tidak dapat ditiru. Dengan begitu anak akan paham untuk tidak mengikuti kebiasaan orang tua.

Kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan oleh orang tua dapat menjadi upaya pembentukan moral dan karakter yang baik bagi anak. Terutama ketika orang tua memiliki kebiasaan yang sangat mendukung kepribadian baik seperti kebiasaan sholat tepat waktu dan berjamaah, kebiasaan membaca al-Quran setiap hari minimal 3 ayat, kebiasaan menghadiri pengajian, kebiasaan bersedekah dan berinfaq. Adanya kebiasaan baik yang disaksikan terus menerus oleh anak dapat memicu tumbuh kembang anak agar menjadi seseorang yang bermoral dan beretika. Hal ini berlaku juga sebaliknya dimana kebiasaan buruk orang tua juga dapat mengakibatkan anak memiliki kepribadian yang buruk. Untuk itu, orang tua harus meluangkan waktunya dalam mencurahkan perhatian pada anak agar lebih selektif untuk mencontoh perilaku-perilaku yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Kesimpulan : Orang tua bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya, pendidikan ilmu dunia maupun pendidikan ilmu agama,dan keduanya harus seimbang.

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

- Advertisement -spot_img