Melanjutkan Semangat Ramadan

0
15

LDIIKediri.com – Alhamdulillah bulan Ramadhan telah kitalalui dengan baik, dalam keadaan Aman, Selamat,lancar dan barokah Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan.Aamiin YRA

Salah satu tanda kita memperoleh hikmah Ramadhan yaitu adanya perubahan positif setelah berpuasa Ramadhan sebulan penuh.

Contoh perubahan positifnya, misalnya: sebelum Ramadhan masih suka abai membaca Al Qur’an, Alhamdulillah selama Ramadhan bisa hatam 30 juz. Karena terbiasa tadarus setiap hari, akhirnya walaupun Ramadhan sudah berlalu, tapi semangat ibadahnya masih tetap terjaga, tetap melanjutkan giat ibadah fastabiqul khairat.

Berikut beberapa amalan Ramadhan yang bisa kita lanjut kerjakan:

Pertama : Shalat berjamaah di masjid

Jika di bulan Ramadhan kemarin kita bisa tertib sholat wajib di mesjid, marilah kita lanjutkan kebiasaan baik ini sampai menjadi karakter. Jangan hanya pada bulan Ramadhan saja, setelah Ramadhan selesai ditinggalkan.

FYI:Orang yang menjaga shalat lima waktu dijamin surga oleh Allah.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam :

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ افْتَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِكَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ وَعَهِدْتُ عِنْدِى عَهْدًا أَنَّهُ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهِنَّ لِوَقْتِهِنَّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ فَلاَ عَهْدَ لَهُ عِنْدِى. رواه ابن ماجه

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, Aku (Allah) mewajibkan bagi umatmu sholat lima waktu. Aku berjanji pada diriku bahwa barangsiapa yang menjaganya pada waktunya, Aku akan memasukkannya ke dalam surga.
Adapun orang yang tidak menjaganya, maka Aku (Allah) tidak memiliki janji padanya’.” [HR.Ibnu Majah]

Bagi pria, melaksanakan shalat berjama’ah di masjid hukumnya wajib.

Di antara dalil yang menunjukkan bahwa shalat berjama’ah itu wajib adalah sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ. رواه البخاري

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan sholat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat berjama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka”.[HR.Bukhari]

Shalat lima waktu berjamaah yang dilakukan di masjid pahalanya luar biasa

Kedua : Berpuasa sunnah.

Setelah berpuasa wajib sebulan penuh di bulan Ramadhan maka mari kita lanjutkan dengan
berpuasa enam hari di bulan Syawal.(Puasa Syawwal)

Puasa ini memiliki keutamaan khusus yakni seperti berpuasa selama setahun penuh

sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ .رواه مسلم

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)

Puasa dimulai sejak 2 Syawal sampai berakhirnya bulan Syawal.

Boleh dilakuan berturut-turut atau tidak berturut-turut.

Puasa-Puasa Sunah lainnya : Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13,14 dan15 setiap bulan dalam kalender hijriyah). Puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijah). Puasa Asyura (tanggal 10 Muharram). Puasa Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak puasa. Puasa Senin dan Kamis.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam,
Beliau bersabda,

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ اْلاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ. رواه مسلم

Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi dendam. [HR.Muslim]

Karena itu, selayaknya bagi seorang Muslim untuk menjauhkan diri dari memusuhi/dendam pada saudaranya sesama Muslim, atau memutuskan hubungan dengannya, ataupun tidak mempedulikannya dan sifat-sifat tercela lainnya, sehingga kebaikan yang besar dari Allah Ta’ala ini tidak luput darinya.
Keutamaan hari Senin dan Kamis lainnya :
Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sangat antusias berpuasa pada kedua hari ini.
Sebagaimana yang terdapat dalam beberapa hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia mengatakan,

“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.” رواه الترمذى

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis. [HR. At-Tirmidzi]
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ. . رواه الترمذي

“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” [HR. At-Tirmidzi ]

Mari kita berupaya melakukan puasa sunah ini.

Ketiga : Shalat malam

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ . رواه الترمذي

Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Al-Muharram (puasa Muharram).
Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam. (HR. Tirmidzi)

Penjelasan: Shalat malam lebih baik dari shalat sunnah di siang hari. Shalat malam lebih baik dari shalat sunnah rawatib. Orang yang melakukan shalat malam dijamin masuk surga dan selamat dari siksa neraka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا اَلنَّاسُ! أَفْشُوا اَلسَّلَام,وَأَطْعِمُوا اَلطَّعَامَ, وَصِلُوا اَلْأَرْحَامَ, وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ, تَدْخُلُوا اَلْجَنَّةَ بِسَلَامٍ . رواه ابن ماجه

“Wahai manusia! Sebarkanlah salam,
berilah makan (kepada orang yang berhak diberi makan), sambunglah famili (shilaturrohim), shalatlah di waktu malam sedangkan manusia yang lain sedang tidur, maka kalian akan masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan.”
(HR.Ibnu Majah).

Allah mencela orang yang rajin shalat malam kemudian meninggalkannya. Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bercerita:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pernah menasihatiku supaya kontinu dalam mengerjakan ibadah sunah ini, dan tidak melupakannya.

يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ .رواه البخاري

“Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti Si Fulan itu. Sebelumnya, ia mengerjakan Qiyâmullail, lantas meninggalkannya”. [HR. Muslim]

Dari’Aisyah Radhiyallahu ’Anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ .رواه مسلم

*”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”*
’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.
[HR. Muslim]

Yuuk bersama kita jaga sholat malam.

Keempat: Membaca Qur’an

Bulan Ramadhan identik dengan bulan Qur’an.
Kaum muslimin berlomba-lomba meghatamkan Al-Qur’an minimal 1x selama Ramadhan.

Mari kita lanjutkan semangat Ramadhan dengan tetap semangat membaca Al Qur’an karena banyak keutamaan yang akan kita peroleh dengan membaca Qur’an.

Kelima : Memperbanyak infak dan Shadaqah jariyah

Setiap infak yang kita keluarkan pasti to akan diganti oleh Allah Ta’ala.

Setelah kita meninggal dunia hanya tiga perkara yang kita perlukan, yaitu:

1. Sodakoh jariyah.
2. Ilmu agama yang
bermanfaat.
3. Anak sholeh yang
selalu mendoakan
orang tuanya.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رواه النسائ

“Ketika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sodakoh jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan do’a anak yang shaleh” (HR. An-Nasai)

Hadits di atas, menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.

Ini adalah karunia Allah untuk hambanya.
Seorang hamba yang telah meninggal dunia sekalipun masih bisa mendapatkan aliran pahala.

Keenam: Menjauhi perbuatan dosa dan maksiat قرب إلى الله

  • Selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dlm kondisi apapun.

Semoga Alloh SWT senantiasa paring kepada kita semua sehat wal’afiat, diselamatkan dari wabah covid-19 dan penyakit penyakit lain dan diberi umur panjang yang barokah tetap didalam HidayahNya, tetap dalam Keimanan sampai akhir hayat kita dalam keadaan husnul khotimah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here