Kaum Yahudi Menyerah Dihadapan 3000 Pasukan Muslim

0
73
Perang Bani Quraidhah

Perang Bani Quraidhah terjadi pada bulan Dzulqa’dah atau Februari – Maret 627 (5 Hijriyah). Menurut beberapa riwayat rasulullah bersama kaum muslimin mengepung bani Quraidhah selama 25 hari.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kaum Yahudi khususnya dari bani Quraizhah, sering menghianati perjanjian dengan kaum Muslimin. Bahkan, mereka telah menyiapkan 1500 bilah pedang, 2000 tombak, 300 baju besi, 500 perisai untuk menumpas kaum Muslimin di Madinah.

Pada waktu dhuhur ketika ARosilullah beristirahat di rumah Ummu Salamah sepulanh dari peperangan khandak, Jibril datang dan berkata, “Mengapa engkau meletakan senjata? Bankitlah dengan orang-orang bersamamu ke bani Quraizhah. Aku akan berangkat didepanmu. Akan kuguncang benteng mereka dan aku susupkan ketakutan ke dalam hati mereka”. Lalu Rasulullah memerintahkan muazinnya menyaru kaum Muslimin untuk berkumpul dan pergi berperang menuju perkampungan bani Quraizhah.

Rasulullah dan para sahabat pergi secara berkelompok. Beliau dan rombongannya tiba di Bir’ Anna perkampungan bani Quraizhah. Rasulullah melaksanakan shalat ashar, sedangkan yang lain ada yang melakukannya di perjalanan dan ada pula yamg terlambat waktu isya’.

Pasukan Muslimin mencapai 300 orang. Di antara mereka ada 30 penunggang  kuda. Rasulullah memerintahkan mengepung benteng secara ketet selama beberapa hari. Perang ini lebih bersifat perang urat saraf sehingga kaum Yahudi mau menyerah. Ka’ab bin Asad, pemimpin bani Quraizhah mengusulkan tiga hal pada kaumnya:

(1) mengakui kenabian Muhammad dan masuk ke agamanya;

(2) membunuh anak dan isteri mereka sendiri lalu bertempur habis-habisan melawan Muhammad;

(3) menyerang Muhammad tanpa memperdulikan hari suci Sabat.

Kaumnya pun menolak semua usulan dan memilih menyerah kepada Rosulullah. Muhammad bin Salamah al Anshari ditunjuk Rosulullah untuk mengawasi para laki-laki yang membangkang yang mencapai 700 orang ditangkap dan digiring menuju suatu tempat untuk dihukum mati. Sebagian mereka ada yang dibebaskan karena sebelumnya telah menyerah dan masuk Islam. Sementara itu, para wanita dan anak-anak diungsikan ke wilayah lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here